Air Freight dan Sea Freight

  • Ronnie Aban
  • 17 Maret 2025
3 Menit 50 Detik
Air Freight dan Sea Freight

Memilih antara transportasi air freight dan sea freight pada dasarnya merupakan pertimbangan antara waktu dan biaya. Jika menginginkan waktu transit yang cepat, air freight adalah pilihan yang tepat; namun, jika lebih memperhatikan biaya dan tidak terburu-buru dalam pengiriman barang, maka sea freight adalah metode yang lebih sesuai. Dengan berkembangnya rantai pasok yang semakin canggih dan efisien, terutama dengan hadirnya transportasi multimoda, ada lebih banyak faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih antara air freight dan sea freight.

Selain keterbatasan fisik dari kedua metode transportasi ini, terdapat pula perbedaan dalam regulasi kepabeanan antara air freight dan sea freight. Secara keseluruhan, keduanya merupakan solusi komplementer yang dapat membantu dalam pengiriman barang ke tujuan yang diinginkan.

Matriks Keputusan untuk Air Freight vs Sea Freight

Matriks Waktu dan Biaya

Matriks ini merupakan panduan umum untuk membantu dalam proses pengambilan keputusan. Pengambil keputusan dengan toleransi biaya rendah sangat sensitif terhadap harga dan mempertimbangkan setiap rupiah yang dikeluarkan, sementara mereka yang memiliki toleransi biaya tinggi lebih memprioritaskan kecepatan pengiriman dibandingkan biaya.

Toleransi Biaya Rendah Toleransi Biaya Tinggi
Kargo Sangat Mendesak Air Freight
Kargo Cukup Mendesak Sea Freight
Kargo Tidak Mendesak Sea Freight

Tentu saja, matriks ini bukanlah panduan yang berlaku untuk semua kasus. Faktor utama dalam pengambilan keputusan tidak hanya bergantung pada biaya dan urgensi, tetapi juga pada karakteristik barang, volume kargo, keamanan barang, serta lokasi tujuan pengiriman. Hal ini akan dibahas lebih lanjut dalam artikel ini.

Kapan Menggunakan Air Freight?

Artikel ini telah membahas berbagai manfaat air freight, tetapi kita dapat menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan untuk menggunakan metode ini.

Pengiriman Paket

Pengiriman paket hampir selalu dilakukan melalui air freight. Perusahaan logistik yang bergerak dalam bisnis kurir memiliki infrastruktur yang dirancang khusus untuk layanan door-to-door. Perusahaan besar seperti FedEx, DHL, dan UPS telah membangun jaringan infrastruktur yang memungkinkan layanan ini berjalan dengan efisien.

Beberapa proses yang tercakup dalam layanan door-to-door meliputi:

  • Proses kepabeanan di negara asal dan negara tujuan
  • Pengemasan kargo dalam palet atau unit load device
  • Pemesanan pengiriman dan perencanaan pemuatan
  • Penyimpanan di gudang
  • Layanan penjemputan dan pengantaran paket di tujuan

Perusahaan kurir besar memiliki keunggulan kompetitif dengan investasi besar dalam armada truk, pesawat, gudang, serta sistem pemrosesan paket yang canggih. Model bisnis ini memiliki hambatan masuk yang tinggi, sehingga hanya perusahaan tertentu yang dapat memberikan layanan ini secara efisien.

Jika ukuran dan berat kargo cukup kecil, maka layanan air freight dari perusahaan kurir merupakan metode transportasi yang paling tepat.

Pengiriman ke Wilayah Terpencil

Misalnya, jika harus mengirim kargo ke Timbuktu, terdapat dua opsi transportasi: air freight dan sea freight. Timbuktu terletak di Mali, sebuah negara yang tidak memiliki akses langsung ke laut, sehingga transportasi laut memerlukan pengiriman lanjutan melalui jalur darat.

Perkiraan biaya pengiriman:

Metode Pengiriman Estimasi Biaya (USD) Estimasi Waktu Transit
Air Freight 4,607.00 9 Hari
Sea Freight 1,200.00 90 Hari

Jika prioritas utama adalah kecepatan, maka air freight merupakan pilihan terbaik. Namun, jika biaya menjadi pertimbangan utama, maka sea freight lebih disarankan meskipun waktu transitnya jauh lebih lama.

Pengiriman Barang Bernilai Tinggi

Terdapat dua konsep utama dalam pengiriman barang bernilai tinggi:

  1. Semakin singkat waktu transit, semakin aman kargo. Pengiriman yang lebih lama meningkatkan risiko kehilangan atau kerusakan barang.
  2. Semakin sedikit pihak yang terlibat, semakin rendah risiko pengiriman. Sea freight umumnya melibatkan lebih banyak pihak dibandingkan air freight, sehingga risiko penanganan yang tidak tepat lebih tinggi.

Kapan Menggunakan Sea Freight?

Pengiriman Barang Berbahaya

Kecelakaan dalam penerbangan jarang terjadi, tetapi jika terjadi, dampaknya bisa sangat fatal. Oleh karena itu, keamanan dalam air freight menjadi sangat penting. Pengiriman barang berbahaya seperti baterai litium atau bahan mudah terbakar memiliki regulasi ketat dalam transportasi udara.

Namun, air freight tetap dapat digunakan untuk barang berbahaya dengan prosedur keselamatan yang ketat dalam pengemasan, pemuatan, dan penyimpanan kargo.

Pengiriman Barang dengan Volume Besar

Pesawat kargo terbesar, Antonov An-225, memiliki kapasitas angkut 250 metrik ton, setara dengan sekitar 12 kontainer berukuran 20 kaki. Sementara itu, kapal kargo terbesar, Ultra Large Container Vessel (ULCV), memiliki kapasitas 23.964 TEUs atau sekitar 479.000 metrik ton.

Dari segi ekonomi dan fisika, tidak ada insentif untuk membuat pesawat yang lebih besar dari yang ada saat ini. Sebaliknya, kapal kargo terus berkembang menjadi lebih besar untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya operasional.

Keuntungan dari kapal kargo besar:

  • Biaya per kontainer lebih murah karena biaya pemeliharaan dan bahan bakar tersebar ke lebih banyak muatan.
  • Emisi karbon per kontainer lebih rendah, yang berdampak positif pada lingkungan.

Kesimpulan

Air freight dan sea freight merupakan metode transportasi yang tersedia bagi bisnis perdagangan dan manufaktur. Pada akhirnya, keputusan untuk memilih salah satu metode ini tergantung pada kasus masing-masing. Setiap produk memiliki karakteristik dan urgensi yang berbeda dalam pengirimannya.