Apa Itu Densitas Kargo?

  • Ronnie Aban
  • 27 Maret 2025
3 Menit 52 Detik
Apa Itu Densitas Kargo?

Densitas kargo atau kepadatan kargo merupakan fungsi dari berat terhadap volume.

Meskipun dalam penggunaan umum istilah berat dan massa sering digunakan secara bergantian, secara ilmiah keduanya memiliki perbedaan. Namun, pemahaman mengenai densitas kargo tidak mengharuskan seorang logistikawan untuk menjadi ilmuwan.

Dalam artikel ini, istilah berat atau massa akan digunakan untuk menunjukkan "kepadatan" suatu objek, yang diukur dalam kilogram atau pon.

Densitas Kargo

Volume secara sederhana dapat diartikan sebagai seberapa banyak ruang yang ditempati oleh suatu objek. Semakin besar volume suatu objek, semakin besar pula ruang yang diperlukan untuk menampungnya. Volume diukur dalam satuan meter kubik secara internasional.

Terdapat berbagai satuan lain untuk mengukur volume, seperti liter, ons, galon, kuart, pint, inci kubik, barel, dan lain-lain. Pemilihan satuan tergantung pada industri tertentu yang mengimpor/mengekspor kargo serta sifat kargo yang diangkut.

Secara sederhana, menentukan densitas kargo berarti menentukan seberapa banyak ruang yang ditempati oleh satu satuan berat tertentu.

Dalam logistik dan transportasi, mengetahui berat dan volume kargo yang diangkut sangat penting. Informasi ini membantu logistikawan dalam menentukan moda transportasi yang tepat dan, yang lebih penting, memastikan keselamatan para pekerja transportasi dengan tidak mengangkut kargo yang melebihi kapasitas alat angkut.

Apa Itu Kargo Berdensitas Tinggi?

Setelah memahami konsep densitas kargo, selanjutnya adalah memahami kapan suatu kargo dapat dikategorikan sebagai kargo berdensitas tinggi atau rendah.

Sebagai referensi, air memiliki densitas 1 gram per sentimeter kubik atau 1.000 kg per meter kubik.

Hal ini berarti bahwa setiap 1 gram air menempati ruang sebesar 1 sentimeter kubik.

Perhitungan Densitas Kargo

Secara umum, kargo berdensitas tinggi adalah kargo yang memiliki densitas lebih dari 1.000 kg/m³.

Contoh kargo berdensitas tinggi adalah logam ferrous maupun non-ferrous, seperti besi, baja, dan magnesium.

Konsep densitas kargo dapat dipahami melalui prinsip Archimedes. Archimedes menyatakan bahwa volume air yang dipindahkan oleh suatu objek sama dengan volume objek tersebut. Oleh karena itu, kargo berdensitas tinggi akan tenggelam dalam air karena densitasnya lebih besar dibandingkan air.

Apa Itu Kargo Berdensitas Rendah?

Kargo berdensitas rendah, sebagaimana dapat diperkirakan, merupakan kebalikan dari kargo berdensitas tinggi. Berat kargo relatif lebih rendah dibandingkan dengan volumenya.

Satuan Pengukuran Densitas Kargo

Dengan menggunakan air sebagai acuan, kargo yang memiliki densitas kurang dari 1.000 kg/m³ dikategorikan sebagai kargo berdensitas rendah.

Kapas merupakan salah satu contoh kargo berdensitas rendah. Kapas mengapung di air karena densitasnya lebih rendah dibandingkan air.

Kargo berdensitas rendah sering kali menjadi tantangan dalam rantai pasok karena membutuhkan ruang yang lebih besar untuk mengangkut satu satuan berat kargo.

Sebagai contoh, mari bandingkan pengangkutan 1 ton kapas dengan 1 ton baja.

  • Densitas kapas: 405 kg/m³
  • Densitas baja: 8.050 kg/m³

Untuk menghitung volume yang diperlukan untuk mengangkut 1 ton kapas, kita bagi 1.000 kg dengan densitasnya:

  • Kapas: 1.000 kg / 405 kg/m³ = 2,47 m³
  • Baja: 1.000 kg / 8.050 kg/m³ = 0,124 m³

Dengan demikian, untuk mengangkut kapas dengan berat yang sama seperti baja, dibutuhkan hampir 20 kali lebih banyak ruang.

Penerapan Densitas Kargo dalam Pengangkutan

Transportasi Intermodal

Transportasi intermodal adalah konsep di mana kargo dapat dengan mudah dipindahkan dari satu moda transportasi ke moda lain tanpa perlu bongkar muat isi kargo. Bentuk paling umum dari transportasi intermodal adalah kombinasi darat-laut-darat dengan menggunakan kontainer ISO.

Meskipun transportasi intermodal telah meningkatkan efisiensi logistik, densitas kargo dalam konteks ini bukan faktor utama yang diperhitungkan. Hal ini karena batasan utama dalam transportasi intermodal lebih banyak ditentukan oleh kapasitas kontainer itu sendiri.

Sebagai contoh, berikut adalah spesifikasi dua jenis kontainer yang umum digunakan:

Tipe Kontainer Dimensi Internal (m) Kapasitas (kg/m³)
20' Kontainer 5,89 x 2,35 x 2,36 21.700 kg / 33 m³
40' Kontainer 12,05 x 2,35 x 2,36 26.500 kg / 66 m³

Meskipun kontainer 40' memiliki kapasitas volume dua kali lipat lebih besar dari kontainer 20', kapasitas beratnya hanya meningkat sekitar 22%. Oleh karena itu, kargo berdensitas tinggi lebih cocok untuk kontainer 20', sementara kargo berdensitas rendah lebih sesuai untuk kontainer 40'.

Penting untuk dicatat bahwa panduan ini hanya bersifat umum. Keputusan akhir harus mempertimbangkan dimensi dan berat kargo yang sebenarnya serta biaya transportasi yang berlaku.

Transportasi Kargo Curah

Faktor Stowage

Faktor stowage pada dasarnya adalah ukuran densitas kargo yang menunjukkan berapa banyak ruang yang diperlukan untuk menyimpan satu ton panjang kargo.

Terdapat beberapa standar ukuran ton:

  • Ton panjang (UK): 1.016 kg
  • Ton pendek (US): 907 kg
  • Metrik ton: 1.000 kg

Sebagai contoh, jika menyewa kapal pengangkut curah Handymax dengan kapasitas 50.000 DWT, kita perlu mempertimbangkan faktor stowage kargo. Misalnya, jika kapasitas muatan bersih kapal adalah 40.000 m³ dan faktor stowage biji-bijian adalah 1,27 m³ per metrik ton, maka jumlah biji-bijian yang dapat diangkut adalah:

40.000 m³ / 1,27 m³ per MT = 31.496 kg

Sebaliknya, kargo dengan faktor stowage rendah, seperti bijih besi (0,4 m³ per MT), memerlukan lebih sedikit ruang per ton kargo.

Kesimpulan

Hukum fisika adalah bagian tak terpisahkan dari rantai pasok dan logistik. Dengan memahami konsep densitas kargo, diharapkan pembaca dapat lebih memahami bagaimana faktor ini memengaruhi berbagai aspek dalam pengangkutan barang.