Apa Itu Shipping Manifest?

  • Ronnie Aban
  • 08 Maret 2025
4 Menit 28 Detik
Apa Itu Shipping Manifest?

Shipping Manifest mungkin terlihat seperti dokumen sederhana, namun merupakan salah satu dokumen yang paling kompleks dalam penyusunannya. Hal ini terutama berlaku ketika perusahaan pengangkutan mengirimkan unit load devices seperti kontainer. Dalam artikel ini, kami akan membimbing Anda melalui proses penyusunan shipping manifest serta penggunaannya.

Apa Itu Shipping Manifest?

Shipping Manifest, atau cargo manifest, merupakan ringkasan dari seluruh kargo yang diangkut oleh kapal.

Ringkasan ini memberikan gambaran kepada petugas bea cukai mengenai kargo yang berada di dalam kapal serta langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan bahwa kargo tersebut aman untuk ditangani oleh operator pelabuhan. Jika kargo dinyatakan sebagai barang berbahaya, informasi ini akan tercantum dalam manifest, sehingga langkah-langkah keselamatan dapat diterapkan.

Ringkasan Shipping Manifest juga memungkinkan petugas bea cukai untuk melakukan penilaian risiko terhadap kargo sebelum diizinkan masuk ke negara tujuan. Jika terdapat potensi risiko, petugas bea cukai dapat memutuskan untuk memeriksa kargo di Customs Examination Station (CES).

Shipping Manifest tidak hanya merangkum barang yang diangkut, tetapi juga mencantumkan informasi mengenai bahan bakar kapal (bunker fuel).

Di bawah ini adalah beberapa contoh informasi yang dirangkum dalam Shipping Manifest:

  1. Detail Kapal
  2. Pelabuhan Muat/Pelabuhan Bongkar
  3. Detail Pengirim
  4. Detail Penerima
  5. Detail Kargo (Kuantitas, Berat, dan Dimensi)

Informasi di atas menjelaskan apa yang dicari oleh pengguna manifest. Pengguna ingin mengetahui total berat kargo yang diangkut, pihak yang terlibat dalam perjanjian pengangkutan, serta tujuan akhir kapal.

Masih banyak hal yang dapat dipelajari tentang shipping manifest, lanjutkan membaca untuk mengetahui lebih lanjut!

Siapa yang Menyusun Shipping Manifest?

Secara prinsip, entitas yang menyediakan layanan transportasi bertanggung jawab untuk menyusun shipping manifest.

Dalam cakupan yang lebih luas, Vehicle Operated Common Carrier (VOCC) dapat "memanifestasikan" kargo dalam berbagai moda transportasi. Terlepas dari moda transportasi yang digunakan, ketika suatu pengangkutan melintasi perbatasan antarnegara, operator kendaraan harus menyusun transport manifest.

Di sisi lain, bagaimana jika penyedia transportasi adalah Non-Vehicle Operated Common Carrier (NVOCC)?

VOCC dan NVOCC sering digunakan dalam istilah industri, dan penting untuk memahami perbedaan keduanya. NVOCC adalah penyedia layanan yang mengeluarkan kontrak pengangkutan tetapi tidak memiliki moda transportasi sendiri. Entitas ini biasanya berupa penyedia layanan logistik pihak ketiga (3PL) atau freight forwarder.

Secara teknis, penyedia layanan NVOCC tidak menerbitkan shipping manifest, tetapi mereka tetap diwajibkan untuk memberikan informasi kepada petugas bea cukai, operator pelabuhan, agen pengapalan (VOCC), dan lembaga pengatur lainnya mengenai detail pengirim dan penerima kargo.

Dalam beberapa kasus, keterlibatan house bill of lading dapat menyebabkan komplikasi. Shipping Manifest merinci pengirim dan penerima berdasarkan Master Bill of Lading. Oleh karena itu, shipping manifest tidak mencantumkan pemilik asli barang yang diangkut, melainkan entitas yang terdaftar dalam kontrak pengangkutan VOCC.

Dengan demikian, NVOCC menginformasikan pihak-pihak terkait dengan mengajukan “inward/outward manifest”. Meskipun berbeda dari shipping manifest, inward/outward manifest tetap memiliki fungsi yang serupa.

Pengguna Shipping Manifest

Para pengguna shipping manifest, atau dengan kata lain, pihak-pihak yang berkepentingan terhadap shipping manifest adalah:

  1. Operator Pelabuhan
  2. Petugas Bea Cukai
  3. Lembaga Pengatur Lainnya

Operator Pelabuhan

Sejauh ini, kita telah banyak membahas kargo yang dimuat dalam unit load devices seperti kontainer. Namun, ada banyak jenis kargo lainnya yang diangkut secara global, seperti:

  1. Baja
  2. Biji-bijian (Gandum)
  3. Bijih (Batu Bara)
  4. Out-of-Gauge Cargoes
  5. Minyak dan Gas Alam

Kargo-kargo ini memerlukan peralatan khusus yang hanya dapat disediakan oleh operator pelabuhan, sehingga mereka menjadi pengguna utama dari shipping manifest.

Petugas Bea Cukai

Kegagalan dalam mendeklarasikan shipping manifest di pelabuhan muat atau pelabuhan bongkar merupakan pelanggaran serius.

Sebagaimana diketahui, beberapa barang dilarang dalam Schedule I, seperti senjata api, bahan peledak, obat-obatan terlarang, dan hasil dari spesies yang dilindungi. Petugas bea cukai melakukan penilaian risiko untuk menentukan apakah suatu kargo termasuk barang selundupan.

Selain itu, petugas bea cukai juga waspada terhadap kapal yang berasal dari negara-negara yang sedang dikenai embargo. Shipping Manifest, bersama dengan elemen data lainnya yang diberikan kepada petugas bea cukai, akan mencantumkan detail tentang perjalanan kapal.

Lembaga Pengatur Lainnya

Badan federal juga memiliki kepentingan terhadap pergerakan barang-barang yang diatur.

Sebagai contoh, untuk limbah berbahaya, dokumen Uniform Hazardous Waste Manifest diwajibkan oleh Environmental Protection Agency (EPA) dan Departemen Transportasi Amerika Serikat.

Cara Penyusunan Data Shipping Manifest

Sebagai contoh, kapal MSC Hamburg memiliki kapasitas hingga 16.000 TEU per perjalanan.

Jika satu pengirim memiliki satu kontainer dalam kapal ini, maka terdapat hingga 16.000 pengirim dan penerima berbeda dalam satu perjalanan kapal!

Belum lagi, terdapat 16.000 jenis kargo yang perlu didokumentasikan dalam setiap perjalanan.

Bagaimana agen pengapalan menyusun semua informasi ini ke dalam satu shipping manifest yang terorganisir?

Jawabannya sederhana: dengan "crowdsourcing" data.

Dalam pengiriman ekspor, eksportir pertama-tama mengeluarkan Shipping Instruction kepada penyedia jasa transportasi yang dikontrak. Dari Shipping Instruction ini, data yang diperlukan untuk menyusun shipping manifest sudah tersedia. Dokumen tambahan juga dapat memberikan elemen data tambahan yang mendukung penyusunan shipping manifest.

Karena sifat transportasi laut, tidak semua elemen data dapat tersedia dalam satu waktu tertentu. Nomor kontainer hanya dapat dikonfirmasi setelah depot mengeluarkan kontainer kosong, dan berat kargo hanya dapat diverifikasi melalui pengajuan SOLAS.

Oleh karena itu, shipping manifest dapat dianggap sebagai ringkasan yang mudah dipahami, tetapi sangat kompleks dalam penyusunannya.

Modernisasi dalam Pengajuan Shipping Manifest

Saat ini, shipping manifest diajukan ke bea cukai secara elektronik, dengan metode yang berbeda di setiap negara.

Sebagian besar negara mengikuti standar yang ditetapkan oleh World Customs Organization (WCO). Menurut WCO, transmisi data antara petugas bea cukai mengikuti SAFE Framework of Standard to Secure and Facilitate Global Trade.

Salah satu perkembangan terbaru dalam sistem pengajuan informasi adalah CTS Solution atau Cargo Targeting System. Salah satu fungsi utama CTS adalah untuk mengumpulkan dan menyimpan data shipping manifest secara elektronik.

Kesimpulan

Kami berharap artikel ini memberikan gambaran yang jelas mengenai shipping manifest. Istilah ini dapat memiliki berbagai nama, seperti cargo manifest atau sekadar manifest, tetapi esensinya tetap sama: dokumen yang merangkum barang yang diangkut dalam kapal.