Cara Kerja Certificate of Origin

  • Ronnie Aban
  • 03 Maret 2025
2 Menit 41 Detik
Cara Kerja Certificate of Origin

Certificate of Origin berakar dari Free Trade Agreements yang disepakati antara dua atau lebih negara. Seperti yang dikemukakan dalam teori persaingan, semakin banyak perdagangan yang terjadi antarnegara, semakin efisien pasar tersebut. Certificate of Origin menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih menguntungkan bagi negara-negara yang tergabung dalam perjanjian perdagangan bebas tersebut. Artikel ini akan menjelaskan secara sederhana bagaimana Certificate of Origin berfungsi.

Certificate of Origin pada dasarnya bertujuan untuk mengurangi hambatan perdagangan antara negara-negara yang berpartisipasi serta mendorong perdagangan bilateral atau multilateral di antara mereka. Dokumen ini juga berfungsi sebagai bukti bahwa barang yang diangkut berasal dari negara yang berpartisipasi atau telah mengalami proses produksi yang signifikan di negara tersebut.

Jika suatu barang memenuhi aturan asal barang (Rules of Origin) tertentu, maka otoritas perdagangan di negara akan menerbitkan Certificate of Origin sebagai dokumen pengangkutan. Sertifikat ini diterbitkan untuk setiap pengiriman secara individual, sehingga setiap Certificate of Origin hanya berlaku untuk satu Bill of Lading.

Setelah diterbitkan, Certificate of Origin akan mengurangi hambatan perdagangan dengan cara berikut:

  • Mengurangi atau menghapus bea masuk di pelabuhan tujuan
  • Mengurangi atau menghapus bea masuk di pelabuhan asal
  • Memungkinkan penerimaan sementara barang
  • Menghindari pembatasan tarif seperti bea antidumping, bea imbalan, atau kuota perdagangan

Terdapat dua jenis Certificate of Origin, yaitu Preferential Certificate of Origin (PCO) dan Non-Preferential Certificate of Origin. Artikel ini akan membahas secara rinci mengenai Preferential Certificate of Origin.

Konsep Dasar yang Perlu Dipahami

Sebelum memahami lebih lanjut cara kerja Certificate of Origin, terdapat tiga konsep utama yang harus dipahami, yaitu:

  1. Free Trade Agreement
  2. Harmonized Tariff Code
  3. Rules of Origin

Dengan memahami ketiga konsep tersebut, Anda akan lebih mudah memahami fungsi Certificate of Origin serta menentukan apakah dokumen ini relevan bagi kegiatan perdagangan internasional Anda.

General Agreement on Tariffs and Trade (GATT)

Pada pertengahan abad ke-20, ekonomi global pascaperang membutuhkan pemulihan, sehingga World Trade Organization (WTO) berupaya mengurangi hambatan perdagangan. Dari upaya ini, lahirlah General Agreement on Tariffs and Trade (GATT), yang bertujuan untuk secara bertahap mengurangi tarif dan pungutan perdagangan.

GATT awalnya memiliki 23 negara anggota dan terus berkembang hingga mencapai lebih dari 128 anggota pada pertengahan 1990-an. Setiap lima tahun, GATT mengadakan perundingan untuk membahas liberalisasi perdagangan, dengan fokus utama pada langkah-langkah tarif.

Ketika sebagian besar negara menyepakati bahwa liberalisasi perdagangan adalah langkah yang tepat untuk pertumbuhan ekonomi, langkah berikutnya adalah mengidentifikasi dan mengukur metode pengurangan tarif. Pada tahun 1995, WTO menggantikan GATT, namun kerangka kerja GATT masih menjadi bagian dari perjanjian WTO.

Salah satu prinsip utama WTO adalah Perdagangan Bebas: Secara Bertahap Melalui Negosiasi.

Free Trade Agreements dan Certificate of Origin

Certificate of Origin hanya berlaku jika negara-negara yang terlibat dalam perdagangan telah memiliki Free Trade Agreement sebelumnya. Free Trade Agreement bertujuan untuk mendorong perdagangan antara dua negara dengan mengurangi hambatan perdagangan, terutama hambatan tarif seperti bea masuk.

Dampak dari Free Trade Agreements sangat signifikan. Contohnya, African Continental Free Trade Agreement (AfCFTA) dirancang khusus untuk mengangkat 30 juta orang keluar dari kemiskinan ekstrem. Free Trade Agreements juga mendorong investasi asing, yang kemudian menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan standar hidup masyarakat.

Menurut Statista, Uni Eropa (EU-27) merupakan kelompok negara dengan perjanjian perdagangan terbanyak di dunia. EU-27 terdiri dari 27 negara Eropa yang tergabung dalam Uni Eropa. Delapan dari sepuluh negara dengan kualitas hidup tertinggi di dunia adalah anggota Uni Eropa, yang menunjukkan bahwa perjanjian perdagangan yang menguntungkan dapat menjadi salah satu faktor penentu kesejahteraan ekonomi.