INCOTERM yang Paling Umum Digunakan

  • Ronnie Aban
  • 06 Maret 2025
3 Menit 49 Detik
INCOTERM yang Paling Umum Digunakan

Kamar Dagang Internasional atau International Chamber of Commerce (ICC) telah menyederhanakan dan mengurangi ambiguitas dalam perdagangan global. Hal ini dilakukan dengan memperkenalkan INCOTERM untuk mendistribusikan tanggung jawab pengangkutan antara penjual dan pembeli. Perdagangan global melibatkan berbagai penyedia jasa transportasi, sehingga diperlukan pedoman yang jelas bagi mereka dalam mengatur proses pengangkutan barang. Saat ini, terdapat 11 INCOTERM yang dapat digunakan oleh pembeli dan penjual sebagai acuan. Namun, beberapa di antaranya lebih umum digunakan dibandingkan yang lain. Artikel ini akan membahas INCOTERM yang paling umum digunakan untuk membantu dalam proses pengambilan keputusan Anda.

INCOTERM yang Paling Umum dalam Pengiriman Melalui Laut

Dua INCOTERM yang paling sering digunakan dalam pengiriman laut adalah CNF dan FOB.

Menurut Bank Dunia, total volume kontainer setara dua puluh kaki (TEU) sepanjang tahun 2019 mencapai 796 juta TEU. Angka ini setara dengan sekitar 1,6 miliar ton kargo yang dikirim melalui laut pada tahun tersebut.

  • CNF (Cost and Freight) menunjukkan bahwa pemasok bertanggung jawab atas pengiriman barang dari lokasi produksi hingga pelabuhan tujuan yang dipilih oleh pembeli. Setelah barang tiba di pelabuhan tujuan, tanggung jawab pengangkutan selanjutnya menjadi kewajiban pembeli.
  • FOB (Free on Board) menunjukkan bahwa pemasok bertanggung jawab mengirimkan barang hingga ke kapal di pelabuhan asal. Setelah barang dimuat ke kapal, risiko dan biaya pengangkutan selanjutnya menjadi tanggung jawab pembeli.

CNF dan FOB menjadi pilihan utama karena beberapa faktor berikut.

Faktor 1 – Keseimbangan dalam Pembagian Risiko

CNF dan FOB mewakili titik tengah dalam proses pengangkutan barang.

Perbedaan utama antara keduanya terletak pada titik pemindahan risiko dari penjual ke pembeli:

  • Dalam CNF, risiko berpindah ketika kapal tiba di pelabuhan tujuan.
  • Dalam FOB, risiko berpindah ketika kontainer dimuat ke kapal di pelabuhan asal.

Dengan pembagian ini, tanggung jawab atas pengangkutan darat dan kepatuhan terhadap peraturan bea cukai dibagi secara proporsional antara kedua belah pihak. Hal ini menghindari risiko berlebih bagi penjual yang tidak perlu menangani pengiriman hingga ke pintu pembeli, serta mencegah pembeli menanggung risiko sejak barang meninggalkan lokasi produksi.

Manajemen risiko menjadi aspek utama dalam pemilihan INCOTERM ini. Faktor biaya pengangkutan sering kali bukan menjadi pertimbangan utama, karena biaya pengiriman laut umumnya telah diperhitungkan dalam harga barang. Dengan kata lain, dalam pengiriman CNF maupun FOB, pembeli tetap menanggung biaya pengiriman laut dalam berbagai bentuk.

Dalam FOB, risiko kehilangan atau kerusakan barang selama perjalanan laut menjadi tanggung jawab pembeli. Sebaliknya, dalam CNF, tanggung jawab tersebut berada di pihak penjual. Oleh karena itu, penting bagi eksportir dan importir untuk mempertimbangkan asuransi kargo guna menambah perlindungan terhadap risiko pengangkutan.

Selain itu, terdapat INCOTERM lain yang juga sering digunakan dalam pengiriman laut, yaitu CIF (Cost, Insurance, and Freight). Dalam CIF, penjual diwajibkan untuk membeli asuransi kargo laut atau jenis asuransi lain yang diinginkan pembeli, dengan biaya yang pada akhirnya akan ditanggung oleh pembeli.

Faktor 2 – Kompetensi dalam Proses Ekspor dan Impor

Alasan lain mengapa CNF, CIF, dan FOB menjadi INCOTERM yang paling umum adalah karena pertimbangan kompetensi.

Secara umum, penjual lebih kompeten dibandingkan pembeli dalam hal berikut:

  1. Pengurusan izin ekspor
  2. Proses pemuatan kontainer
  3. Kepatuhan terhadap persyaratan bea cukai
  4. Pemilihan pelabuhan yang paling efektif

Sebagai contoh, dalam ekspor kayu dari Amerika Serikat ke luar negeri, penjual bertanggung jawab atas:

  1. Mengajukan izin ekspor ke Departemen Perdagangan
  2. Mengeluarkan Destination Control Statement
  3. Menyusun Shipper’s Export Declaration
  4. Memperoleh sertifikat fitosanitari

Oleh karena itu, eksportir merupakan pihak yang paling kompeten untuk menangani tugas-tugas ini. Sebaliknya, dalam proses impor, importir lebih berpengalaman dalam menangani regulasi dan persyaratan di negara tujuan.

Dalam Ex-Works (EXW), misalnya, tidak ada kewajiban bagi penjual untuk mengurus izin ekspor, sehingga tanggung jawab sepenuhnya berada di pihak pembeli. Namun, dalam banyak kasus, lebih baik menyerahkan tanggung jawab pengangkutan kepada pihak yang paling kompeten, baik itu penjual maupun pembeli.

Faktor 3 – Pengaturan Bill of Lading

Bill of Lading adalah dokumen yang berfungsi sebagai kontrak pengangkutan serta tanda terima barang. Yang lebih penting lagi, dokumen ini juga berperan sebagai dokumen kepemilikan barang.

Dokumen kepemilikan ini sangat penting karena pihak yang ditunjuk untuk mengangkut barang selalu memiliki hak atas barang tersebut selama proses pengiriman. Oleh karena itu, jika penjual ingin mengontrol waktu dan proses perpindahan kepemilikan barang, hal tersebut dapat diatur melalui Bill of Lading.

Salah satu alasan utama mengapa penjual ingin mengontrol perpindahan kepemilikan adalah terkait dengan pengaturan pembayaran. Prinsip yang berlaku adalah “No Money = No Cargo”.

Baik dalam CNF maupun CIF, eksportir dapat menentukan jenis Bill of Lading yang akan diterbitkan dan menginstruksikan pengangkut mengenai kapan barang dapat dilepaskan kepada pembeli.

Kesimpulan mengenai INCOTERM yang Paling Umum Digunakan

Jangan terlalu terpaku pada INCOTERM yang paling umum digunakan, karena setiap pengiriman memiliki karakteristik yang berbeda. Sebaiknya, penjual dan pembeli mendiskusikan pengaturan pengangkutan yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.

Selain itu, selalu disarankan untuk berkonsultasi dengan penyedia jasa transportasi guna mendapatkan rekomendasi mengenai INCOTERM yang paling tepat untuk pengiriman Anda.