Mengapa Bill of Lading Harus Diserahkan? Ini Alasannya!

  • Ronnie Aban
  • 05 Maret 2025
4 Menit 23 Detik
Mengapa Bill of Lading Harus Diserahkan? Ini Alasannya!

Bill of Lading berfungsi sebagai document of title. Secara umum, ini berarti bahwa siapa pun yang memiliki Bill of Lading memiliki klaim kepemilikan atas barang tersebut. Karena identitas suatu perusahaan sangat mudah dipalsukan, perusahaan pelayaran memiliki tanggung jawab seperti halnya lembaga kliring. Perusahaan pelayaran memastikan bahwa kargo diserahkan kepada penerima barang atas instruksi eksplisit dari eksportir. Inilah alasan mengapa Bill of Lading harus diserahkan.

Membahas lebih dalam mengenai praktik industri dalam menyerahkan Bill of Lading, terdapat beberapa kompleksitas yang perlu diperhatikan. Selain itu, ada juga situasi di mana perusahaan pelayaran atau penyedia layanan logistik tidak menerima penyerahan Bill of Lading.

Dalam artikel ini, akan dijelaskan mengapa penyerahan Bill of Lading merupakan praktik yang penting, serta beberapa contoh di mana penyedia layanan logistik tidak menerima Bill of Lading yang telah diserahkan.


Document of Title

Untuk memahami praktik khusus ini dalam logistik secara lebih rinci, perlu dipahami karakteristik utama dari Bill of Lading:

  • Document of Title
  • Contract of Carriage
  • Receipt of Goods Transported

Istilah document of title merupakan hal yang unik dalam industri logistik. Selain Bill of Lading, dokumen lain dalam rantai pasokan seperti warehouse receipt atau dock warrant juga berfungsi sebagai document of title.

Secara umum, karena penyedia layanan logistik menerbitkan Bill of Lading dalam beberapa salinan kepada eksportir, maka eksportir bertanggung jawab untuk menyerahkan dokumen tersebut kepada pembeli yang tepat sebagai bukti identitas dan sebagai penerima sah atas barang yang diangkut.

Penyedia layanan logistik, terutama perusahaan pelayaran, tidak memiliki sarana untuk mengidentifikasi setiap importir secara akurat. Bayangkan sebuah VLCC modern yang mampu mengangkut hingga 640.000 TEUs (20’ equivalent containers). Secara potensial, itu berarti ada 640.000 importir berbeda yang harus diidentifikasi oleh perusahaan pelayaran untuk mentransfer kepemilikan kargo.

Tentu saja, kita tidak bisa hanya mengirim kargo dan berharap kargo tersebut mencapai penerima yang tepat. Harus ada sistem yang mengatur hal tersebut.

Inilah alasan utama mengapa perusahaan pelayaran mewajibkan importir untuk menyerahkan Bill of Lading terlebih dahulu.

Tanpa dokumen; tidak ada kargo.

Sistem ini telah melayani industri dengan baik. Namun, masih ada beberapa kasus di mana perusahaan pelayaran secara keliru melepaskan kargo meskipun Bill of Lading telah diserahkan. Hal ini akan dijelaskan lebih lanjut.


Alasan Lain untuk Menyerahkan Bill of Lading

Perdagangan internasional adalah aktivitas pertukaran barang untuk mendapatkan keuntungan finansial. Namun, apa yang terjadi jika selama pertukaran barang, pihak lain memiliki kepemilikan sementara atas barang Anda?

Bill of Lading tidak hanya berfungsi untuk mengangkut kargo dari titik A ke titik B, tetapi juga sebagai sarana untuk mentransfer kepemilikan barang.

Dengan kata lain, perusahaan pelayaran bertindak sebagai pemilik sementara dari kargo.

Eksportir diberikan hak oleh perusahaan pelayaran untuk menahan penyerahan barang hingga pembayaran yang tertunda diterima.

Bill of Lading, secara teknis, harus diserahkan oleh baik eksportir maupun importir. Penyerahan Original Bill of Lading dapat diatur untuk memfasilitasi hal ini.

Setelah eksportir menerima pembayaran yang telah jatuh tempo, mereka dapat menyerahkan Bill of Lading kepada perusahaan pelayaran, yang secara efektif menginstruksikan perusahaan pelayaran untuk menyerahkan kargo kepada importir atau perwakilan penyedia layanannya.


Cara Menyerahkan Bill of Lading

Bill of Lading bisa menjadi rumit karena ada banyak bentuk yang berbeda.

Namun, cara yang lebih mudah untuk memahami mengapa terdapat berbagai bentuk Bill of Lading adalah dengan memahami bagaimana Bill of Lading diserahkan.

Secara fundamental, terdapat tiga cara untuk menyerahkan Bill of Lading:

1. Menyerahkan dengan Salinan Fisik Bill of Lading

Jika transfer kepemilikan barang mengharuskan adanya salinan fisik Bill of Lading, maka pengiriman memerlukan pengaturan Original Bill of Lading.

Secara sederhana, semua salinan asli Bill of Lading harus diserahkan kepada perusahaan pelayaran. Salinan duplikat seperti fotokopi tidak dapat diterima.

Bill of Lading biasanya diterbitkan dalam lebih dari satu salinan asli (biasanya tiga), di mana eksportir mengirimkan salinan asli kepada importir.

Eksportir akan menyimpan satu atau dua salinan, sementara importir akan menyimpan salinan lainnya.

Setelah semua pembayaran yang tertunda telah dilunasi, eksportir menyerahkan Bill of Lading. Importir kemudian menukar Bill of Lading dengan delivery order.


2. Menyerahkan Tanpa Salinan Fisik Bill of Lading

Dalam beberapa kasus, perusahaan pelayaran tidak memerlukan Bill of Lading asli untuk menyerahkan kargo.

Meskipun secara teknis salinan fisik tidak diperlukan, perusahaan pelayaran dapat menerima fotokopi Bill of Lading.

Jenis penyerahan Bill of Lading ini disebut Seaway Bill.

Ketika Seaway Bill diatur, hal ini biasanya menunjukkan bahwa terdapat tingkat kepercayaan yang tinggi antara pembeli dan penjual.


3. Telex Release Original Bill of Lading

Telex Release Bill of Lading berada di antara Seaway Bill dan Original Bill of Lading.

Salah satu kelemahan utama dari pengaturan Original Bill of Lading adalah waktu yang diperlukan untuk mengirimkan dokumen asli kepada importir. Khususnya dalam pengiriman laut jarak pendek, kapal dapat tiba lebih cepat dibandingkan dokumen.

Konsekuensinya, importir dapat dikenakan biaya penyimpanan tambahan dan demurrage karena kontainer tetap berada dalam pengawasan operator kapal melewati batas waktu bebas yang diberikan.

Selain itu, Bill of Lading asli yang dikirim melalui kurir rentan terhadap kehilangan dan kerusakan, yang dapat menjadi tantangan tersendiri.

Telex Release Bill of Lading membantu mengatasi masalah tersebut. Eksportir biasanya mengesahkan Bill of Lading asli dan menyerahkannya kepada perusahaan pelayaran.

Agen pelayaran di Port of Loading akan memberikan instruksi kepada agen pelayaran di Port of Discharge bahwa Bill of Lading telah disahkan. Oleh karena itu, importir tidak perlu memiliki Bill of Lading asli untuk menukar kargo.


Informasi Lebih Lanjut

Dalam sebagian besar pengaturan pengiriman, penyerahan Bill of Lading dilakukan melalui Telex Release Bill of Lading.

Secara ringkas, alasan utama penyerahan Bill of Lading adalah:

  • Memastikan bahwa kargo diserahkan kepada importir yang tepat.
  • Menahan dokumen sebagai jaminan pembayaran yang tertunda.
  • Memfasilitasi transfer kepemilikan yang dilakukan oleh pihak ketiga (penyedia layanan logistik).